Menilik Peran Mahasiswa.

Sebuah CATATAN bagi Kaum Akademis

Carut marutnya peran mahasiswa dalam strategi gerakan sosial sekarang ini membuat kondisi Mahasiswa tak mampu berevolusi untuk menemukan kerangka ideal dalam perannya mengisi kemerdekaan. Depolitisasi yang mengungkungi kampus pada saat ini memang telah membungkam kampus dalam menghasilkan mahasiswa-mahasiswa kritis. Mahasiswa  menjadi teralienasi dengan realitas sosial.

Kampus pada akhirnya hanya melahirkan generasi yang enggan berpikir diluar keilmuannya (text book thinking), tidak berani untuk mengemukakan gagasan-gagasan alternatif, sehingga tidak memiliki kepekaan terhadap realitas sosial dan politik disekelilingnya. Akhirnya kampus menjadi seperti sebuah menara gading,  yang melahirkan generasi apatis dan pragmatis.

Dalam catatan sejarah, mahasiswa memiliki peran yang startegis dalam dinamika gerakan secara nasional. Kokohnya sendi-sendi berbangsa dan bernegara secara keseluruhan yang dilandasi dengan nilai-nilai islam merupakan komitmen perjuangan  yang mesti diupayakan dengan sungguh-sungguh sekaligus dengan usaha yang berkelanjutan. Ini bisa diwujudkan dengan beberapa hal yaitu, Pertama; melanjutkan secara intensif upaya rekonstruksi, reaktualisasi dan pembaharuan pemikiran, serta  pengembangan wacana kebangsaan yang merupakan suatu keharusan ketika menjadi pionir dari pembaharuan ini, tentunya dengan memproduksi gagasan-gagasan yang mendorong terbentuknya mahasiswa Rasional Transformatif dan Inklusif. Kedua; mempertegas identitas ditengah-tengah kemahasiswaan, ini sangat signifikan karena adanya “Pengaburan” identitas mahasiswa pada peringkat empiris. Pencitraan ini akan berkolerasai secara negatif terhadap eksistensi dalam dunia kemahasiswaan. KetigaInternalisasi dalam dinamika organisasi sebagai penimbang terhadap kemajuan Rasionalitas, Integritas, watak dan kepribadian mahasiswa yang dijiwai dengan nilai-nilai Spiritual merupakan sesuatu keharusan bagi mahasiswa.

Mahasiswa sebagai bagian dari sejarah perjuangan republik ini, namun dalam memiliki tugas dan tanggungjawab terhadap persoalan kebangsaan tersebut mahasiswa membutuhkan pematangan, sehingga output dari proses pematangan ini akan melahirkan mekanisme perjuangan yang mampu menciptakan inovasi-inovasi baru bagi keummatan dan kebangsaan. Dalam hal ini tentunya semangat hal tersebut dibalut dengan ideology mahasiswa yang menjadi presedent bagi terbentuknya metamorfosis perjuangan. oleh karena itu harus ada Komitmen dan keberpihakan terhadap umat dan bangsa akan menemukan bentuk kongkritnya ketika pengokohan mentalitas, pengembangan kualitas konsepsional, serta kemampuan teknis kepemimpinan, mampu menjadi tradisi dari generasi ke generasi.***

Penulis : Harjono

25 thoughts on “Menilik Peran Mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.