OPINI : Realitas Politik Bagi PEMUDA

Realitas dinamika politik ketatanegaraan Indonesia kini telah sampai pada babak baru meski ditengah berbagai deraan problematika berbangsa dan bernegara yang menggelora, bahwa tahapan pesta demokrasi itu kini memasuki babak akhir. Ya, pemilihan umum tersebut tidak lama lagi akan dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Segenap instrumen telah disiapkan oleh KPU sebagai satu-satunya lembaga negara yang berwenang menyelenggarakan “hajatan” negara tersebut. Berbagai tahapan telah disusun dan dilaksanakan KPU satu demi satu. Tahapan itu kini telah sampai pada satu proses dimana penentuan kepesertaan partai politik tengah melewati proses akhir.

Adalah benar bahwa dalam proses tersebut mengandung realitas eliminasi terhadap partai yang secara faktual tidak memenuhi kriteria atau dianggap tidak memenuhi kriteria. Akibatnya kepesertaan partai merupakan harapan belaka meski hal tersebut telah sekian lama harapan tersebut dibumbungkan oleh semua partai yang ingin ikut andil dalam pemilihan umum. Meski begitu upaya untuk memperjuangkan kepesertaan tersebut belum bersedia terhenti, segala daya upaya untuk tetap mengikuti kepesertaan dalam pemilu tetap dilakukan. Pro kontra hasil putusan KPU kini menghiasai tahapan-tahapan yang telah disusun sedemikian rupa oleh KPU, meski dalam kehidupan demokrasi pro dan kontra adalah bukan sebuah keanehan. Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah pertanggungjawaban tetap harus diberikan atas keputusan yang telah dikeluarkan.

Merujuk pada realitas konsepsi demokrasi pada dasarnya menghendaki pembatasan partai secara proporsional, terlebih jika hal tersebut dihadapkan pada kenyataan bahwa pelaksanaan proses demokrasi selalu disertai dengan penggunaan anggaran negara yang tidak sedikit. Terwujudnya hal tersebut akan semakin memupuk efektifitas aspirasi yang digunakan agar negara dengan segenap elemennya segera konsentrasi menggapai tujuan-tujuan negara yang telah lama tidak terwujud dengan baik. Meski begitu pembatasan yang kaku dengan menyertakan terlalu sedikit partai politik berkonsekwensi pada penyajian saluran aspirasi yang terbatas, sehingga penyaluran aspirasi rakyat sangat mungkin tidak dapat diakomodir secara maksimal, yang berpotensi memasung hak-hak rakyat secara spesifik.

Bagi kami para pemuda sebenarnya tidak terlalu penting berapa jumlah partai yang diizinkan KPU untuk ikut berkontestasi dalam pemilihan umum. Yang paling penting adalah saluran tersebut secara universal dapat dipergunakan menampung aspirasi rakyat Indonesia seluruhnya dan seutuhnya, untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia secara paripurna, dalam waktu yang tidak lama lagi. Apapun bentuknya, bagaimanapun tantangannya, dan seperti apapun konsekwensinya tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mendukung perwujudan tersebut. Terlebih jika garansi tercapainya kesejahteraan rakyat tersebut dapat secara pasti direalisasikan segera, tidak hanya dengan sedikit atau banyaknya partai, bahkan dengan tanpa partai sekalipun.

Penulis *Harjono*

2 thoughts on “OPINI : Realitas Politik Bagi PEMUDA

Leave a Reply

Your email address will not be published.