PP PERISAI Gelar Aksi di Kedubes PERANCIS mengecam Charlie Hebdo yang terbitkan Ulang Karikatur Nabi Muhammad.

Jakarta- Pengurus Pusat Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI) menggelar aksi damai pukul 15.30 depan kedubes perancis Jl. M.H. Thamrin 11/09/20.

Dalam aksi tersebut, masa aksi membakar ban dan poster pendiri majalah charlie sebagai simbol kekecewaan mereka terhadap pemerintah perancis yang membiarkan majalah Charlie Hebdo menghina Rosulallah SAW dalam bentuk karikatur.

Salah satu orator dari PERISAI menyampaikan gaya penghinaan di jaman moderen terhadap Rasulullah berubah mengikut arus perubahan zaman. Negara-negara Barat yang mula-mula mencetuskan bermacam-macam pendiskreditan terhadap Islam, mulai menggunakan strategi terbaru mereka dengan serangan pemikiran yaitu serangan melalui media elektronik dan media cetak terhadap Islam dan Rasul Islam dengan slogan “hak kebebasan bersuara”.

” Kita tahu bahwa Revolusi perancis mengajarkan Semboyan Egalite, Fraternite, Liberte yang berarti Kebebasan, Keadilan, dan Persaudaraan menjadi dasar bagi terwujudnya kesetaraan bagi seluruh warga negara Perancis. Bahkan Revolusi Perancis memperkenalkan paham demokrasi, nasionalisme, dan persatuan bagi seluruh dunia. Namu kenyataannya hari ini Perancis telah mengajarkan kepada Dunia tentang budaya Provokasi dan perpecahan antar umat beragama. Kami mengecam dan mengutuk setiap penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dengan dalih kebebasan berekspresi yang dituangkan dalam bentuk karikatur yang diterbitkan oleh majalah Charlie
Hebdo.” Ucap Ali Hasan kordinator lapangan.

Tindakan penghinaan tersebut dianggap bagi PERISAI adalah tindakan yang bertentangan dengan prinsip demokrasi.

” Semua tindakan tersebut juga kami angap bertentangan dengan prinsip dan nilai demokrasi, serta berpotensi menyebabkan perpecahan antar umat beragama, Kami Mengecam Tindakan Perancis yang terindikasi sedang melakukan Psychological Warfare agar mendapatkan keuntungan dari reaksi miliaran umat muslim didunia. Kami berharap Perancis jangan bersembunyi dibawah dalih Kebebasan berekspresi, sebab kami melihat ini sebuah kemunafikan yang dilembagakan mengikuti trik perang Nazi dengan cara Menghasut, memancing kekerasan dan kebencian serta Rasis terhadap miliaran umat muslim.” Lanjut Jojo selaku Sekjend PP PERISAI

Kedatangan PERISAI depan kedubes perancis menyampaikan prihatin terhadap pemerintah perancis, yang dimana perlakuan presiden francis seolah melegitimasi psywar yang dapat memuluskan budaya Rasis dengan dalih kebebasan berpendapat.

“Kami datang untuk menyampaikan keprihatinan kami kepada pemerintah perancis, sebab kami merasa bahwa apa yang dilakukan presiden perancis seolah melegitimasi psywar yang dapat memuluskan budaya Rasis dengan dalih kebebasan berpendapat. Perlu diketahui bahwa Indonesia pun sesungguhnya adalah negara demokratis yang percaya pada kebebasan berekspresi namun masih menghormati kearifan lokal serta kebebasan berekspresi yang tidak memberikan izin kepada siapa pun untuk melukai perasaan orang lain. ” lanjut Jojo