Ulama dan Kyai se-jabodetabek Gelar Doa untuk negeri dan bangsa demi keutuhan NKRI

Pantjaranwarta, Jakarta.,- Acara Istiqosah kubro bersama ulama dan kya se jabodetabek berlangsung di Masjid Masjid Jami An-Nur, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pada pukul 20.00 s/d 23.30. Ya ng dihadiri kurang lebih 1000 jamaah. Acara diisi denga hadroh, sholawat, doa bersama dan ceramah agama

Acara tersebut dihadiri sejumlah ulama dan kiai se-Jabodetabek di antaranya KH. Abdul Hayyie Na’im, KH. Mansyur El Baqi, Drs. Abdillah Hasani MM, KH. Abdul Rozak (Ketua NU Jaksel), Ust. Burhanudin Asya’ri, KH. Fikri Haekal MZ, KH. TB. Ahmad Rifqi Chowas (Buntet Pesantren Cirebon), dan KH. Adang Kosasih (Ponpes Al-Huda Panganan Subang) hadir juga Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol indra djakfar.

Kegiatan yang mengambil tema “Kobarkan Semangat Api Nasionalisme Menggapai Nurulloh Menuju Islam Rahmatan Lil Alamin Demi Kesatuan NKRI” tersebut mendoakan pemilu berjalan aman, damai dan sejuk. Dalam kegiatan tersebut ratusan jamaah berzikir dan bersholawat dengan khidmat dipimpin oleh para kiai sepuh, serta memanjatkan doa untuk keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

KH Abdul Hayie Naim, sebagai penanggung jawab acara mengatakan, “agama kita mengajarkan agar kita hormat kepada pimpinan kita, oleh karena itu, saat pemilihan nanti kita pilih pilihan yang terbaik untuk umat, kita berdoa agar selalu dilindungi Allah dan Indonesia mendapatkan pemimpin yang baik dan terbaik, “terang nya dalam sambutan.

Hadir sebagai penceramah Kyai dari NU, KH. Kamarul Hidayat. Dalam sambutannya didepan para jamaah Kyai NU mengatakan , “saya berharap warga NU jangan ikutan Wahabi yang sedikit sedikit bid”ah, jaman sekarang banyak ulama amplop, insya Allah kita bukan seperti itu, NU itu mementingkan agama daripada ngurusi bid- ah”.

Kamarul, juga menjelaskan dalam sambutannya bagaimana caranya NU mengamankan NKRI, Maulidan dan Tahlil, serta kekompakan sesama muslim dapat memperkuat agama, “menghina pemerintah hukumnya dosa, mendoakan pemimpin hukumnya wajib, “tegasnya.

Hadi pula Kapalres Metro Jakarta Selatan, kombes Pol Indra Ja’far. Dalam sambutannya Kapolres juga mengingatkan tahun ini kita memasuki tahun panas, lantaran, akan diadakannya Pemilihan Capres dan Cawapres juga pemilihan Caleg. “Kita doakan semua semoga dalam keadaan aman dan kondusif, “ujarnya.

Semoga semua bisa, Kapolres menambahkan, “menyejukkan hati sampai Pilpres aman tanpa ada gangguan”.

Acara yang diawali dengan pembacaan doa Istighatsah oleh KH Manarul Hidayat dan Masyur El Baqi. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Ustad M.Haikal Hainun Fuad SPdi, sebagai panitia pelaksanaan acara tersebut.

“Saya berharap acara ini berjalan lancar dan aman serta tidak kekurangan , mohon maaf jika ada salah sikap dan kurang sambutannya, kepada para kyai kyai, saya berterima kasih kyai kyai dapat hadir, alhamdulillab, mari kita baca Fatihah agar acara ini mendapatkan keberkahan Allah SWT, “ujarnya.

Sebagai ketua Forum dari Kyai Gono Margono mengatakan, “Kami mewakili dari berbagai Forum se-Jakarta Selatan, mohon maaf, apabila dalam acara ada kekurangan, insyaallah acara akan berjalan lancar, “sambutnya.

KH Fikri Zainudin MZ anak dari almarhum KH Zainudin MZ, juga hadir memberikan ceramah dalam Istighosah tersebut, ” saat ini banyak yang terhasut oleh hoax, yang beritanya belum tentu benar, kultur silahturahmi, ijin warga NU lintas sektoral dengan begini akan memperkuat Nahdlatul Ulama, “ujarnya sambil berpesan “kita warga NU harus satu suara jika kita satu suara insyaallah kita menang, “tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.